107 KK akan terima bantuan jamban
Kendati
merupakan salah satu kebutuhan prioritas manusia dilihat dari sisi
kesehatan, bagi sebagian warga Sukoharjo, terutama a yang tinggal di
pelosok desa dengan tingkat ekonomi yang pas-pasan bahkan kurang,
jamban masih merupakan prasarana rumah tangga yang langka.
Akibatnya,
masih banyak warga yang mengandalkan sungai atau area persawahan untuk
membuang hajat. Dengan kondisi demikian warga mengharapkan bantuan dari
pemerintah daerah untuk membantu mencukupi kebutuhan prasara kesehatan
itu. Menanggapi harapan warga, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK)
Sukoharjo, Agus Prihatmo, menyampaikan penjelasan ketika dijumpai Espos
di ruang kerjanya, Senin (25/1).
Masalah sanitasi memang
bukan termasuk masalah baru di Sukoharjo. Mengacu pada DKK yang kami
kemukakan belum belum lama ini, masih ada 57.980 keluarga di Sukoharjo
yang belum memiliki jamban keluarga (Jaga). Untuk mengatasi persoalan
sanitasi ini memang bukan hal yang mudah. Tidak cukup satu dua tahun
saja karena masalah sanitasi terkait budaya dan perilaku membuang
kotoran sampai kemiskinan. Kendati demikian menjadi komitmen DKK untuk
selalu mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk mengatasi masalah
sanitasi daerah.
Pada 2010 ini, mengacu APBD Kabupaten Sukoharjo
2010 telah dialokasikan bantuan 107 Jaga untuk warga miskin. Siapa yang
mendapat belum kami tentukan karena mereka itu akan disurvei terlebih
dulu oleh tim Puskesmas. Alurnya, para pasien yang menderita diare di
Balai Pemeriksaan Puskesmas akan dicatat untuk kemudian dilaporkan
kepada petugas sanitasi yang ada. Petugas sanitasi akan mengecek di
lapangan apakah penyakit diare yang diderita berhubungan dengan masalah
sanitasi.
Apabila dalam pengecekan hasilnya memang positif (ada
kaitan antara diare dan sanitasi), DKK akan memberikan bantuan jamban.
Bentuk bantuan bukan berupa uang melainkan material bangunan yaitu
masing-masing keluarga akan mendapat lima zak semen, pasir dua meter
kubik, serta kloset seharga Rp 75.000.
Dengan minimnya anggaran di
DKK, kami menyadari banyak warga yang belum mendapat bantuan jamban.
Kepada mereka kami berharap bisa mencari bantuan jamban dari sumber
lain semisal Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) atau
Alokasi Dana Desa (ADD). Karena apabila tidak rajin mencari bantuan
dari pihak lain, warga harus menunggu giliran di 2011. - Oleh : aps (solopos)

kirim ke teman
versi cetak
Visitors :32671 Org
Hits : 104593 hits
Month : 2211 Users