Bantuan rehab RTLH sifatnya stimulan
Rehab rumah tidak layak huni (RTLH) merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan yang telah digalakkan Pemkab Sukoharjo sejak beberapa tahun lalu. Untuk tahun ini, Pemkab Sukoharjo tetap berkomitmen melanjutkan dan meningkatkan program bantuan tersebut.
Berikut tanggapan Kepala Bidang
(Kabid) Sarana Desa Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) Kabupaten Sukoharjo,
Sunarso, mewakili Kepala Bapermades Kabupaten Sukoharjo YC Sriyana.
Program bantuan perbaikan atau
rehab RTLH merupakan stimulus untuk merangsang masyarakat berswadaya.
Program ini tidak semata-mata bantuan tapi juga bertujuan untuk
pemberdayaan masyarakat. Sampai sekarang program rehab rumah masih kami
jalankan. Dulu nilai bantuan yang diberikan kepada keluarga miskin
untuk merehab RTLH hanya sekitar Rp 2 juta, tapi tahun ini jumlah
nominal bantuannya sudah meningkat menjadi Rp 2,5 juta.
Untuk
saat ini yang kami prioritaskan diberi bantuan hanya daerah-daerah yang
paling banyak terdapat RTLH seperti Polokarto, Bulu, Tawangsari, Nguter
dan Weru. Untuk wilayah Gatak seperti yang disampaikan warga dalam
Ngudarasa maupun daerah sekitarnya tidak kami beri bantuan karena
wilayah tersebut merupakan kawasan industri sehingga masih bisa
berkembang. Di Gatak sendiri jumlah RTLH sebanyak 1.502 rumah, jumlah
itu paling kecil jika dibandingkan dengan beberapa daerah lainnya.
Meski
begitu, sejauh ini kami juga akan tetap berupaya mencari bantuan lain
melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Tahun 2009 lalu
Pemprov turut membantu merehab hingga 80 rumah. Selain mengandalkan
bantuan dari Pemprov, untuk meningkatkan program RTLH kami juga akan
mencari hingga ke pemerintah pusat maupun menggandeng masyarakat peduli
perumahan Indonesia dan pihak swasta.

kirim ke teman
versi cetak
Visitors :32665 Org
Hits : 104582 hits
Month : 2211 Users